Tirani Berpikir Positif Bagi Penganut Afirmasi Diri Ala "The Secret"

Updated: Feb 11, 2020

Kalau ada satu jenis "bias" yang berdampak baik bagi umat manusia secara umum di dunia, saya akan menunjuknya pada Bias Optimisme, karena hal ini membuat seseorang merasa selalu positif pada berbagai aspek di dalam hidupnya.


Namun Bias Optimisme inilah yang kemudian membuat orang tidak lagi waspada terhadap kemungkinan negatif yang mungkin akan terjadi di dalam rencananya. Hal ini juga sudah diteliti dan dituliskan Tali Sharot, di buku The Optimism Bias yang terbit pada tahun 2011. Dalam studinya Sharot menyadari jika orang memiliki bias yang inheren terhadap optimisme.


Bias tersebut kemudian membuat orang cenderung menggampangkan risiko yang mungkin terjadi. Jarang terdengar ya ? Tapi inilah yang semakin sering terjadi sejak kemunculan tulisan Rhonda Byrne yang berjudul The Secret.


Kemunculan buku ini membuat saya pernah meragukan Best Selling Book, Kok bisa buku agak mistis begini laku keras.
Kemunculan buku ini membuat saya pernah meragukan Best Selling Book, Kok bisa buku agak mistis begini laku keras. Walaupun saya sempat membacanya juga sih.

Buku fenomenal ini meluncur tepat ketika era sosial media dan smartphone mulai dipergunakan secara luas dan kemudian menjadikan begitu banyak manusia yang tersihir oleh quote - quote agak konyol dari Byrne mengenai "diri kita adalah pusat alam semesta".


Ide dari Byrne sebenarnya cukup sesuai jika hanya digunakan untuk jangka pendek. Seperti menasihati diri sendiri ketika gagal mendapatkan target skor IELTS atau menguatkan diri ketika sesuatu yang tidak kita harapkan tiba - tiba menimpa kita.


Namun untuk jangka panjang, pemikiran Byrne sebenarnya sangat berbahaya jika ditelan mentah - mentah karena menurut saya inilah awal lahirnya manusia - manusia super narsis di dunia karena berpikir mereka istimewa dan harus diistimewakan.


Ya benar - benar merasa bahwa diri kita pusat alam semesta bisa membuat anda menjadi super delusional !


KENAPA BERPIKIR POSITIF ALA "THE SECRET" MENYESATKAN ?


Hal yang paling menggelikan dari The Secret ialah : kita bisa mendapatkan apapun hanya melalui pikiran begitu juga sebaliknya. Jadi misalnya anda saat ini kelebihan berat badan, maka dengan hanya berpikir terus menerus berat badan turun, maka anda dapat menurunkan berat badan anda tersebut.


Jika anda sudah lama berusaha menurunkan berat badan tapi malah tidak turun - turun walaupun sudah berolahraga berat, menurut The Secret, itu karena anda berpikir bahwa anda akan gagal.


Melalui konsep "kita adalah pusat semesta" dan semesta akan mengikuti apa yang kerap kita pikirkan inilah penyesatan jangka panjang akan terjadi akan anda akan menjadi abai terhadap resiko dan berbagai hal yang diluar kendali anda karena terjebak pada pemikiran over optimis.



Anda adalah pusat semesta? Narsis sekali anda !

Yang terjadi kemudian, adalah sering kali orang-orang yang telah jatuh pada khayalan "positif" bahwa mereka telah mencapai apa yang menjadi tujuan atau impiannya, tidak memberikan upaya yang cukup untuk mencapai tujuan mereka.



Ingat! anda mendapatkan sesuatu bukan hanya karena anda memiliki ide dan keyakinan. Tetapi juga kombinasi antara rencana, kerja, kegigihan, sabar, positif, dan pantang menyerah. Tidak pernah hanya satu sebab, yaitu : positif saja yang akan membuat anda mendapatkan apa yang anda inginkan.




YANHASR'S APPROACH SEBAGAI SOLUSI

Saat ini kita semua berada dalam jebakan narsisme yang bahkan tidak kita sadari. Disrupsi media sosial membuat siapapun dapat dengan mudah menjadi pusat perhatian, dan kemudian hal ini pun membuat

kita memiliki validasi bahwa kita bisa menjadi apapun dan siapapun.


Tidak ada kesalahan dalam keinginan ingin menjadi siapapun. Yang salah ialah ketika mengabaikan semua sisi negatif atau kekurangan yang kita miliki dan menggantinya dengan injeksi afirmasi positif yang terlalu tinggi dosisnya sehingga kita tidak memperhitungkan beberapa faktor yang mungkin akan terjadi di luar kendali kita.


The Secret bisa ampuh untuk sesaat. Tapi ingat ia seperti obat bius, yang efeknya instant untuk menghilangkan rasa sakit, tapi berdampak membuat orang kecanduan dan kemudian berada dalam pengaruh ketergantungan yang tidak menyehatkan.


Lantas apa itu yanhasr's approach ?

Yanhasr's approach adalah sebuah pandangan baru dari saya mengenai bagaimana sebaiknya kita bersikap untuk mengendalikan sisi negatif dan positif yang terjadi di hidup kita.


"Kita tidak bisa berada pada sisi terbaik sebelum kita sadar apa kemungkinan terburuk"


Yanhasr's Approach merupakan pendekatan praktikal yang dapat segera anda praktekkan. Namun ada satu syarat yang perlu anda penuhi, yaitu Kesadaran Diri mengenai siapa diri anda. Jika anda masih memiliki pemikiran / pemahaman bahwa segala hal dapat anda dapatkan, maka tinggalkan jauh - jauh pendekatan ini.


Melalui yanhasr's approach, anda diharuskan memetakan berbagai resiko yang kemungkinan akan terjadi untuk kemudian bertindak dengan penuh intention melalukan apa yang anda inginkan. Jangan sampai menambahkan kalimat aku harus mendapatkannya, tapi ubahlah menjadi aku harus melakukan hal ini sebaik - baiknya agar resiko yang mungkin terjadi tersebut dapat dihindari.


Ubah kalimat "aku tidak boleh gagal karena kalau gagal nanti rugi banyak trus dikatain teman - teman sok gaya" menjadi kalimat yang lebih membuka kemungkinan pemecahan masalah seperti "aku sudah mempersiapkan langkah jika rencana gagal, tapi akan lebih menyenangkan jika berhasil"


Coba kamu baca beberapa kali sampai kamu dapat memahami apa perbedaannya.


Selanjutnya selalu bersiap dan bersedia untuk ditempa oleh berbagai kemungkinan terburuk. Karena kita tidak pernah memiliki kendali atas apa yang mungkin terjadi. Bisa hal baik atau hal buruk. Dan salah satu cara terbaik untuk menguatkan emotional dan chaaracter muscle ialah dengan bersedia terus melatihnya dalam kondisi - kondisi keras yang bisa jadi akan terjadi.


Yang terakhir, untuk memetakan kemungkinan terburuk ialah, ingatlah Firman Allah Surat An - Najm ayat 24 -25 :

مْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ

(am lil-insāni mā tamannā)

Artinya : Apakah Manusia Akan Mendapat Segala Yang Dicita - Citakannya ?


فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى

(fa lillāhil-ākhiratu wal-ụlā)

(Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.


Mari kita wrap up kembali untuk mempersingkat step yanhasr's approach


1. Self awareness untuk mengetahui alasan "kenapa" anda menginginkan sesuatu. Ketahui SWOT anda.

2. Petakan resiko, jangan asal optimis

3. Mengganti kalimat afirmasi dengan tetap memberikan ruang improvisasi jika ada sesuatu diluar rencana

4. Bersiap untuk melalukan hal yang berat jika yang buruk terjadi.


Ingat anda tidak tahu kapan hidup akan menguji anda. Jadi lebih baik segera sesuaikan diri anda dengan pandangan ini, kemudian anda dapat berterima kasih pada saya setelahnya.









20 views0 comments

Recent Posts

See All