Tips Lebih Produktif : "Enyahkan" To Do List Anda

Updated: Feb 14, 2020

Setiap kali mencari tips di google bagaimana agar lebih produktif, tips yang paling sering muncul ialah melakukan perencanaan dalam bentuk to do list.


Tapi benarkah to do list efektif digunakan untuk menghasilkan dampak yang signifikan dari aktivitas keseharian kita ?


Saya merasa to do list tidak relevan digunakan digunakan bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melakukan pekerjaan yang lebih mengedepankan perhatian penuh, bukan hanya sekedar memenuhi batas waktu tertentu yang kita estimasikan.


Bingung ? Baiklah saya akan menjelaskannya.



Ini merupakan sebuah kisah horor dari seorang Pengusaha Fashion yang baru saja merintis bisnisnya.

Ia melakukan penjualan online memanfaatkan web yang dibangunnya sendiri. Karena ingin menjadi lebih produktif iapun membuat to do list yang ingin dicapai hari itu.


Berikut listnya :


To Do List Rabu


1. Balas email designer

2. Cek penjualan di dashboard website

3. Cek sisa stok produk

4. Belanja kebutuhan harian

5. Hubungi 5 calon vendor baru

6. Membereskan home office

7. Laundry pakaian kotor

8. Balas chat customer


Jika kita bertanya pada ahli productivity hacks hampir semua akan menjawab bahwa menghubungi 5 calon vendor baru lebih krusial jika bisnis dihadapkan pada persoalan yang terkait dengan kualitas dan harga.


Namun, ini bukan berarti balas chat dari customer bukan lah hal yang lantas dapat begitu saja diremehkan.

To do list bagaimanapun menjadi salah satu tips yang paling banyak diajukan tiap kali kita membahas bagaimana agar dapat menjadi lebih produktif, walaupun pada faktanya kemudian to do list saja tidak bisa menjadi satu – satunya solusi untuk menyelesaikan banyak tugas berat.


Kenapa To Do List Anda Gagal ?

Membuat to do list berarti anda memiliki kesempatan untuk menentukan “derajat” kepentingan pekerjaan


tersebut sesuai dengan yang anda rasakan paling penting. Namun kita tidak bisa sepenuhnya objektif ketika melakukan pemeringkatan pekerjaan yang harus kita kerjakan tersebut. Sehingga tidak jarang kita sebenarnya hanya menuliskan daftar pekerjaan yang ingin kita lakukan karena mudah.



Akibatnya, kita justu mengabaikan pekerjaan yang sebenarnya dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar pada target yang ingin kita capai. Kemudian ternyata di ujung hari, kita pun tidak merasa bahwa pekerjaan tersebut memberikan kita kepuasan, karena dampaknya sangat kecil.


Kembali pada contoh to do list di atas, jika anda seorang solopreneur sektor ritel online seperti menjual fashion online, maka seharusnya yang paling anda prioritaskan adalah membalas chat customer karena mereka adalah lead yang akan membuat dompet anda dapat terisi. Sehingga menempatkan prioritas membalas email di urutan pertama tidaklah tepat.


Jika to to list malah membuat pekerjaan penting yang memberikan kepuasan justru terabaikan, lantas apa solusi yang lebih baik dari to do list ?


Pakai Pendekatan Kalender Saja Sudah Cukup Sebenarnya


Apakah maksudnya pendekatan kalender? Dengan pendekatan ini anda menempatkan pekerjaan pada blok – blok hari. Bukan lagi menempatkan begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada blok waktu.


Jika prioritas anda dalam 3 hari ini ialah mengerjakan video tutorial misalnya, maka anda cukup hanya mengerjakan hal tersebut selama 3 hari.


Tidak perlu membebani diri dengan menambahkan agenda lain semisal “meeting dengan calon mertua”. Jadi anda tidak perlu merusak rasa puas anda untuk menyelesaikan pekerjaan anda dengan teralihkan pada agenda bertemu calon mertua pada hari anda akan berencana menyelesaikan video tutorial.


Contoh Penggunaan Kalendar


Senin Bikin Video

Selasa Rough Cut

Rabu Finishing Video

Kamis Meeting Partner Bisnis

Jumat Main PS, Belanja Kebutuhan Sehari - Hari

Sabtu Jalan Ke Alun Alun

Minggu Bertemu Calon Mertua


Coba perhatikan bagaimana anda menempatkan hari – hari khusus dengan pekerjaan yang sama agar tetap mempertahankan flow yang anda bangun. Dengan melakukan pendekatan kalendar, anda akan lebih terarah tidak lagi merasa overwhelmed dengan begitu banyaknya agenda yang anda jejalkan pada to do list anda.


Ini memang membutuhkan sedikit latihan rutin untuk menyiapkan satu atau dua jam setiap hari agar anda dapat memikirkan apa yang harus anda lakukan tiap harinya supaya memberikan tingkat pencapaian tertinggi bagi target anda.


To Do List Vs Pendekatan Kalendar


Jika anda selama ini merupakan orang yang sudah sangat bermindset membuat to do list, maka saya tidak menyarankan anda untuk mengubah kebiasaan tersebut.


Namun jika anda ialah seorang yang sedang mencari sebuah terobosan untuk membangun produktivitas atau merasa selama ini to do list tidak bekerja maka silahkan mencoba pendekatan kalendar.



Saya sendiri masih menggunakan to do list jika itu berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan urusan administratif. Namun untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan perhatian penuh saya tidak pernah lagi menggunakan to do list karena itu justru membuat aliran kreatif dan motivasi saya menjadi kacau, dan kemudian melewatkan pekerjaan yang paling memberikan dampak bagi target yang ingin saya capai.


Bagaimana dengan anda ? Apakah anda seorang pengguna to do list sejati ? Atau anda punya pendekatan lain ?

19 views0 comments

Recent Posts

See All