Ketika Hidup Belum Bersahabat Padamu

Pada dasarnya, tidak ada manusia yang 100 % berada dalam situasi terus - menerus bahagia, tersenyum lebar, dan selalu terlihat tidak memiliki persoalan hidup. Kita semua akan mengalami satu kondisi yang akan membuat kita merasa memiliki bgitu banyak persoalan hidup.


Baru saja project selesai, eh tiba - tiba hubungan keluarga di rumah terasa dingin. Belum lagi tubuh ternyata terserang penyakit karena terlalu gigih dalam bekerja hingga melupakan istirahat. Eh kendaraan yang biasa dipakai sehari - hari juga mogok. Terus baru mau narik duit di atm untuk service mobil, eh atm ketelen mesin karena keasikan main handphone.


Saya juga pernah mengalami kondisi yang membuat saya merasa hidup sangat menghimpit. Saya pernah begitu kacau dalam pekerjaan, hubungan sosial yang tidak baik karena hidup tidak seimbang (work, life, balance kacau), dan tentu saja persoalan asmara yang kandas.


Untukmu yang saat ini merasa sedang berada pada titik terendah di dalam hidup, tips ini bisa cukup membantumu.


UBAH PERSPEKTIF


Coba sekarang kamu baca dan pahami baik - baik kalimat ini. Jika kamu sudah langsung paham, kamu tidak perlu membaca point ini. Namun jika belum silahkan melanjutkan.


“Change The Way You Look At Things And The Things You Look At Change" - Wayne Dyer



Sesuatu Tidak Hidup Sebelum Kita Memberikan Pemaknaan Khusus Bagi Mereka

Saya tidak akan membantah kalimatnya sedikitpun. Ketika suatu hal buruk terjadi, kita bisa kok mengubah cara kita menanggapinya.


Jika sebelumnya kita merasa "Masalah gue gede banget" tapi kini kita mencoba melihatnya dengan cara yang berbeda:" Ini kesempatan gue jadi lebih dewasa nih".


Tentu melakukan hal ini tidak semudah ketika kita mengucapkannya.


Tapi hebatnya manusia, kita bisa melatihnya selama kita benar - benar punya keinginan dan kesadaran untuk berubah. Jadi mulai sekarang, kosakata di dalam pikiran itu harus udah mulai diinstall dengan kata - kata : "apa ya pelajaran yang bisa saya ambil dari kondisi ini ?"


PAHAMI BAHWA SEMUA KEJADIAN HANYA SEMENTARA


Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua hanyalah rangkaian kejadian yang terjadi secara silih berganti.

Jangan biarkan konstruksi sosial media mengaburkan pandanganmu mengenai kehidupan nyata yang kita hadapi. Semuanya hanya persoalan waktu sebelum kita mendapatkan peran hidup yang baru.


Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al An’am ayat 32 disebutkan:


وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Artinya :“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

Saat berada pada titik terendah, pahamilah bahwa Allah - Sang Maha Pencipta sedang memberikan kamu peran berbeda dari yang pernah kamu mainkan selama ini. Jadi mainkan perananmu sebaik - baiknya, bukan dengan keresahan yang membuat hidup ini semakin rumit.


TIDAK SEMUA HAL BISA KITA KENDALIKAN


"Sejumlah hal bisa kita kendalikan, sementara yang lainnya ada di luar kendali kita" - Epictetus


Kita harus bisa memilih dan memilah mana saja hal yang bisa kita kendalikan dan mana yang lebih baik tidak perlu terlalu kita pikirkan. Ini akan membuat diri kita lebih merdeka ketika sesuatu yang diluar rencana terjadi.


Apa saja hal yang bisa kendalikan ?

  • Persepsi, opini, dan pertimbangan kita

  • Keinginan kita

  • Tujuan kita

  • Segala hal yang bersumber dari dalam diri kita sendiri

Apa saja yang tidak di bawah kendali kita ?

  • Tindakan orang lain

  • Opini orang lain

  • Kesehatan

  • Kondisi saat kita lahir

  • Segala sesuatu di luar pikiran dan tindakan kita

Menyadari bahwa tidak semua hal mampu kita kendalikan itu penting agar kita tidak terjebak pada prasangka negatif mengenai begitu beratnya persoalan hidup yang kita alami. Jabatan stuck padahal sudah bekerja sebaik - baiknya (pastikan bahwa benar seperti itu), bisnis gagal karena ditipu rekan bisnis, omongan menyakitkan dari teman, ataupun handphone kita yang baru beli dua minggu dicopet orang, itu beberapa contoh hal yang tidak dapat kita kendalikan.


Jadi daripada pusing memikirkan hal - hal yang ada di luar kendali kita, fokus saja sebaik - baiknya pada

hal - hal yang bisa kita kendalikan.


Tapi kalau begitu, untuk apa kita harus berusaha jika hal - hal yang tidak bisa kendalikan lebih banyak ?


Di sinilah letak rasa bersyukur kita hadir. Benarkah hal - hal yang tidak bisa kita kendalikan itu lebih banyak daripada hal yang bisa kendalikan di dalam hidup ini. Ini anda sendiri yang lebih tepat menjawabnya.


Mari coba anda resapi kembali, berapa banyak kebaikan yang anda terima selama proses anda membaca artikel ini. Sudahkah anda menghitungnya dengan cermat ? Saya yakin jika anda jujur dan teliti dalam menghitung dan menyadari nikmat yang

telah anda terima dari yang terkecil, anda akan sampai pada kesimpulan :


"Ya Ampun, ternyata kebaikan yang saya terima hari ini jauh lebih besar daripada masalah yang saya hadapi"


Setelah kamu membaca artikel ini dan merasakan perspektifmu berubah dalam menyikapi persoalan hidup, jangan lupa bagikan artikel ini ke teman - temanmu yang lain ya.

Untuk konten afirmasi diri lain kamu bisa check di https://spoti.fi/2SldV4R


28 views0 comments