Kenapa Emang Kalau Temanmu Lebih Sukses ? Jangan Insecure Dulu. Lakukan 3 Hal Ini !


Gara - gara sebuah kata "sukses", tidak jarang kamu insecure karena merasa tertinggal oleh rekan sejawat.


Coba deh jujur, apa perasaan kamu begitu tahu kalau teman sepermainanmu sekarang sudah punya gelar master dari kampus ternama di luar negeri misalnya. Atau dia yang dulunya lulus kuliah telat sekarang sudah punya bisnis dimana - mana. Kamu biasa - biasa aja atau merasa tertinggal nih ? Ayo coba jujur.


Kalau kamu merasa tertinggal, bisa jadi ini karena kamu tidak benar - benar mengenal diri kamu sendiri.


Sukses menjadi satu kata yang paling menakutkan mungkin bagi kebanyakan orang. Terlebih ketika indikator yang digunakan berupa checklist - checklist pencapaian yang identik dengan kepemilikian materi, gelar akademik, posisi, bahkan kini di era modern, pengikut (followers) dijadikan salah satu checklist sukses juga.


Sejak sistem uang diciptakan, kita menjadi begitu suka mengaitkan pencapaian hidup dengan hal - hal finansial. Apalagi ditambah image tentang sukses itu sendiri yang makin sering berseliweran di media sosial dan media massa.


Tapi haruskah selalu demikian? Padahal sukses itu juga memuat dimensi berupa feedback rasa bahagia dan puas dari apa yang sudah diusahakan. Ini yang sulit diketahui oleh orang lain, karena otak kita memang sudah semakin terlatih untuk hanya menilai sesuatu dari hal - hal yang bisa dinominalkan.


Untuk kamu yang sering merasa tertinggal dari orang lain, mungkin kamu harus lebih mengerti yang namanya Self-Awareness. Self-awareness ini pengertian simpelnya ialah persepsi tentang diri kamu berdasarkan pengalaman, pemikiran, dan kemampuan yang kamu miliki.


Bagaimana Cara Meningkatkan Self-Awareness ?


Bukannya menganjurkan kamu menjadi seorang penyendiri. Tapi tidak ada salahnya kamu sesekali menghabiskan waktu hanya dengan dirimu sendiri untuk benar - benar berpikir mengenai siapa kamu sebenarnya.


Coba sesekali untuk mengeluarkan apa yang ada di pikiran kamu ke dalam bentuk tulisan di jurnal harian. Daripada semua perasaan tertinggal itu hanya berkembang di dalam diri kamu, lebih baik kamu tuangkan aja ke dalam bentuk tulisan untuk kemudian kamu pikirkan dengan benar lagi, apakah iya kamu setertinggal itu? Atau justru memang kamu punya passion yang berbeda dari teman - temanmu namun selama ini kamu lupa karena terlalu sering mendengarkan noise dari lingkunganmu ? Coba pahami lagi dirimu dengan baik.


Tidak ada salahnya juga kamu meminta feedback dari orang lain, khususnya dari sosok yang memang sudah sangat lama mengenalmu dan pastikan saat kamu meminta feedback dari orang tersebut jadilah sosok dengan "gelas kosong" untuk dapat menampung masukan ataupun juga kritik yang boleh jadi tidak siap kamu dengar.


Kendalikan Perasaan Inferior


Singkatnya, inferior adalah perasaan minder. Ini muncul karena kamu terlalu peduli dengan berbagai hal yang berhasil diraih orang - orang disekitarmu. Tidak usah terlalu peduli dengan pencapaian orang lain di sini bukan berarti kamu harus merendahkan pencapaiannya juga. Jika ada pelajaran yang bisa diambil dari apa yang sudah diraihnya, peduli tidak ada salahnya. Apalagi jika kamu memang berniat untuk mencoba mengikuti apa yang sudah dia lakukan.


Siap tidak kamu melakukan effort sebagaimana yang sudah dia lakukan?


Seringnya, kita merasa inferior karena terlalu peduli terhadap pencapaian orang lain tapi kemudian tidak mau melakukan apapun karena sudah merasa tidak mampu atau sudah jauh sekali tertinggal.


Coba kalibrasi lagi fokusmu. Coba ingat lagi jalan yang sudah kamu tempuh dan kemana tujuanmu ke depannya. Mungkin sebenarnya yang kamu inginkan memang sudah kamu dapatkan sesuai dengan effort yang selama ini kamu keluarkan.


Perasaan inferior ini banyak bentuknya. Ada yang bentuknya sebatas minder dan malas bergaul, ada juga yang tipenya menyindir dan nyinyir. Misalnya ada teman kamu yang saat ini sukses dalam berkarir dan tidak terlalu berkeinginan untuk menikah cepat, terus kamu nyinyirin dia "Percuma tuh karir aja yang dipikirin, nikahnya belum. Mending selow - selow aja kerja yang penting laku"



Ini merupakan cara mengatasi rasa inferior yang yang sangat buruk. Kamu bisa saja menganggap ini adalah bentuk candaan, tapi kamu gagal paham bahwa setiap orang berbeda. Pilihan jalan dan rencana mereka juga tidak harus sama dengan kamu kan? Jadi ini sebenarnya semakin menunjukkan bahwa kamu yang lebih inferior dalam konteks karir. Apakah setelah mengeluarkan kalimat tersebut kamu merasa lebih baik ?


Dalam merespon ketertinggalan yang kamu rasakan, tidak perlu kamu mengeluarkan kritikan terhadap orang lain yang kamu anggap tidak sesuai dengan diri kamu.


Bedakan Pencapaian dan Rasa Puas. Yang Kamu Kira Lebih Sukses Belum Tentu Puas Dalam Hidupnya Lho.


Mudah untuk berasumsi bahwa temanmu yang dianggap sukses tadi bahagia dalam hidupnya. Tapi kenyataannya tidak begitu. Setiap orang memiliki persoalan sendiri yang harus ditaklukkan dalam hidup. Dan permasalahan ini selalu muncul silih berganti seiring waktu. Ada yang mampu mengatasi dan ada yang tidak.


Coba baca - baca lagi bagaimana kasus korupsi yang menimpa para menteri dan pejabat negara. Kalau dipikir - pikir aneh kan kenapa orang sudah sesukses itu dalam jalur karir juga masih embat duit negara. Tidak ada yang tahu ternyata ada ketidakpuasan di dalam hidupnya sehingga tergoda dengan hal - hal materi tersebut.


Jadi sekali lagi jangan lupa tiap kamu sudah mulai membandingkan diri kamu dengan orang lain, maka tidak ada salahnya bertanya "Kenapa Emang Kalau Dia Lebih Sukses ?"



71 views0 comments