Jika Ingin Punya Lebih Banyak Uang, Milikilah Mindset Berikut


Uang memang bukan segalanya, tapi hampir segala hal membutuhkan uang. Uang hanyalah benda mati, namun banyak orang terbunuh karena “kertas” tersebut. Dalam pergaulan sehari – hari, perbincangan mengenai uang selalu hadir, dan ini yang kemudian membuat saya menyadari satu hal bahwa; Kita menghasilkan uang sesuai dengan cara kita berpikir terhadap uang tesebut!


Kebanyakan orang tidak menyadari hal tersebut, dan hanya berputar – putar pada kebiasaan untuk berulang – ulang berkata bahwa tagihan mereka menggunung dan selalu mengalami kesulitan melunasinya, dan rasa-rasanya penghasilan seperti hanya numpang lewat tanpa sempat mampir dan “menginap” di rekening tabungan.


Faktanya ialah :


Ada Banyak Uang di Sekitarmu, Bisakah Kamu Menariknya ?

Mudah sekali menemukan orang yang berpikir uang akan habis. Kenyataannya ialah uang beredar semakin banyak. Coba lihat ada berapa banyak bisnis baru yang diangkat di media dengan laporan keuntungan yang sangat besar? Itu artinya uang memang semakin banyak.



Tapi bagaimana kamu bisa menariknya ?


Ekonomi memang resesi, tapi uang tidak berkurang sepertinya. Banyak peluang yang bisa kamu uangkan saat ini. Namun kamu tidak ingin memulai, karena langsung ingin memiliki hasil besar? Jangan buru - buru mau besar dong, miliki dulu cara berpikir yang benar tentang uang.


Jika kamu ingin menarik uang ada beberapa cara berpikir yang harus kamu miliki :

  1. Selalu bersyukur

  2. Empati

  3. Berpikir kreatif

  4. Tidak pelit


Tawarkan Bantuan Bukan Langsung Mencari Keuntungan

Untuk jenis usaha apapun yang kamu tawarkan, jika kamu berpikiran bahwa setiap rupiah yang kamu keluarkan untuk menjalankan bisnismu harus dapat kembali mendatangkan jutaan rupiah lainnya, maka ini tidak lain adalah jebakan yang membuat kamu gagal untuk memahami bagaimana uang bekerja.


Uang bekerja sebanding dengan seberapa bermanfaat jasa dan produkmu bagi orang lain. Jika kamu hanya seorang influencer yang mengharapkan uang dari endorser dengan mengandalkan jumlah follower, maka boleh jadi kamu akan terpancing untuk menawarkan harga yang tinggi agar kerja kerasmu terbayar. Ya boleh jadi kamu akan mendapatkan klien pertama yang kemudian tidak akan lagi berlanjut menjadi pemakai jasamu karena mereka tidak mendapatkan hasil sebagaimana harusnya.


Taruhlah harga terendah terlebih dahulu agar kamu dapat membuktikan dirimu dengan lebih cepat. Ketika bantuanmu dirasa bermanfaat, atau produkmu memang menjawab permasalahan maka sudah pasti permintaan akan semakin banyak. Selanjutnya biarkan hukum supply – demand yang bekerja.


Jangan Membeli Barang, Belilah Waktu!

Klise ? Iya karena kebanyakan dari kita tidak sadar bahwa hal yang paling berharga tapi sering kita sia – siakan adalah waktu. Namun karena waktu tidak ada label harganya sehingga kita tidak pernah gusar kalaupun waktu tersebut tidak kita manfaatkan dengan baik.


Setiap proses pembelajaan yang kita lakukan itu selalu setara dengan waktu yang kita habiskan.


Contoh:

· Makan bersama keluarga dengan masakan rumahan daripada di café / takeaway = Lebih banyak waktu bersama keluarga


· Jam – jam yang dihabiskan dalam menjalankan hobi = Lebih sedikit ketergantungan dengan junk food, tidak impulsive mengecek e-commerce dan belanja


· Bermain dengan kucing atau hewan peliharaan = Lebih sedikit kesempatan berbelanja pakaian ataupun sepatu ke mall


Coba lihat berapa banyak uang yang dapat anda hemat dengan mengubah cara berpikir.


Jangan Asal Investasi

Sudah bukan hal aneh kalau kita mendengar kalimat anjuran untuk berwinvestasi agar uang terus berkembang.


Sebagian menyarankan jangan berinvestasi di pasar modal yang tinggi resiko, tapi belilah property untuk kemudian dijual ataupun disewakan kembali dengan alasan nilai property terus naik dan tidak mungkin turun.


Sementara di sisi yang lain, ada yang menyarankan untuk return yang lebih tinggi, maka pilihlah pasar modal. High risk high profit!


Tunggu dulu !


Bukan berarti investasi itu sepenuhnya baik ataupun sepenuhnya buruk, namun investasi dapat menjebak. Maka dari itu milikilah waktu untuk belajar terlebih dahulu mengenai semua hal tersebut, jangan mendengar youtuber yang bercerita tentang strategi investasi tapi bukan the real player di dunia tersebut lantas kamu juga langsung buru – buru ikuran.


Kalau kamu belum bisa membedakan apa itu Inflasi dan Deflasi, Apa perbedaan Uang dan Mata Uang ? Apa itu reksadana dan bagaimana saham bekerja, maka pelajarilah dan tentukan jawabanmu sendiri, investasi jenis apa yang paling sesuai denganmu.


Trade Off Itu Berlaku Bro – Sis !!

Kamu harus mengorbankan sesuatu untuk uang. Tidak percaya ? Coba kamu ingat lagi ketika dulu kamu masih menjadi anak sekolahan yang tiap saat butuh jajan tinggal minta. Kemudian kamu berpikir uangmu terbatas dan ingin segera ingin punya penghasilan agar bisa jajan lebih banyak. Tapi kenyataannya ketika kamu punya uang lebih banyak, waktu untuk bisa menikmatinya justru malah berkurang.


Ada Yang Selalu Dikorbankan Akibat Uang

Dalam kasus lain, untuk mendapatkan uang yang lebih besar seseorang bahkan bisa mengorbankan waktu bersama orang tersayang. Kerja, kerja, kerja eh mampus. Tabungannya dipake deh sama ahli waris.


Sekarang coba ubah cara berpikirnya, uang adalah representasi dari value yang kamu berikan atau dapatkan. Sekarang apakah value yang kamu terima bisa kamu ukur hanya sebatas nominal ?





Makin Banyak Uang, Makin Banyak PR nya