Inilah Alasan Kenapa Kamu Sering Gagal Berubah (dan Bagaimana Caranya Supaya Berhasil)

Updated: Mar 1, 2020

Coba ingat lagi resolusi yang ingin anda capai tahun ini. Masihkah anda berkomitmen untuk menjalankannya ? Atau mungkin sebenarnya anda masih mengingat resolusi bertahun - tahun sebelumnya yang kemudian tidak pernah berhasil anda wujudkan. Saya berani mengatakan, bahwa penyebab kegagalan anda mewujudkan resolusi tersebut tidak lain karena anda tidak berhasil menjadikan itu sebuah kebiasaan.

Resolusi tahun baru yang selalu menjadi bahasan serba basa basi di awal tahun, biasanya langsung terwujud menjadi sampah ketika memasuki kuartal awal. Bluffing yang kita sampaikan kepada diri kita sendiri pun kemudian harus kembali kita maafkan karena kita seperti tahun – tahun sebelumnya, hanya menjadi tempat penampungan hasrat yang terus tertunda dengan berbagai alasan.


Alasan penting kenapa kita tidak pernah bisa melakukan resolusi kita ialah karena kita sudah terbiasa hanya mengejar hasil melalui upaya yang cepat, dan langsung diganjar oleh rewards. Contoh sederhana coba saja anda ingat bagaimana anda belajar mati – matian ketika akan ujian semester di SMA dulu. Saya cukup yakin bahwa kebanyakan dari kita belajar mendekati hari ujian dan setelah ujian, kita pun kembali ke kebiasaan lama.


Hal yang sama juga terjadi ketika anda berniat untuk berolahraga tiga kali seminggu demi tubuh yang lebih proporsional. Namun kemudian menyerah setelah dua minggu karena merasa hasil tidak sama dengan upaya yang sudah anda lakukan.

Siapa Anda di tahun 2020 ?

Jika anda berpikir bahwa hidup ini akan berjalan sebagaimana kebiasaan anda mengenyam pendidikan selama 12 tahun, maka saya harus ucapkan kepada anda : Selamat anda naik kelas tanpa berpikir !


Anda hari ini bukanlah bentukan diri anda kemarin sore. Kita hari ini ialah perwujudan kebiasaan – kebiasaan kecil yang kerap kita lakukan baik sadar ataupun tidak sadar.


Kebiasaan tersebut yang kemudian membentuk seperti apa anda berjalan, seperti apa anda berbicara dan seperti apa anda menjalani hari – hari.



Bagaimana Identitas Diri Mempengaruhi Kebiasaan


Kenapa mengubah kebiasaan buruk sering sekali gagal ?


Karena kita keliru dalam menerapkan kebiasaan tersebut. Kita terlalu ingin melihat hasil sehingga fokus pada upaya padahal ini adalah faktor eskternal. Faktor internal yang benar – benar akan menggerakkan diri, sering sekali kita abaikan.


Identitas Dirilah yang perlu benar – benar kita pahami dan tanamkan dalam – dalam di alam bawah sadar sebelum kita mengerahkan berbagai upaya dalam mendapatkan hasil yang kita inginkan.


Bagaimana contohnya :


Sekarang saya ingin anda melihat tubuh anda dan membandingkan diri anda dengan Cristiano Ronaldo. Bagaimana ? Anda sudah dapat melihat bedanya kan ?


Kenapa anda merasa anda kalah secara fisik dari Cristiano Ronaldo ?


Ya saya tau jawabannya.


Anda dapat berdalih, "wah tidak mungkin saya bisa menjadi seperti Cristiano Ronaldo, karena dia atlet dan jutawan sementara saya hanya karyawan".


Hal seperti inilah yang sebenarnya membuat keinginan berubah menjadi sosok lebih baik kerap kali menemui kegagalan. Karena kita menyabotase pemikiran kita dengan tetap menggunakan “identitas lama” mengenai diri kita.


Ya kalau “identitas diri” anda sekarang adalah karyawan dengan gaji pas – pasan dan kemudian anda berpikir lebih baik makan junk food aja lah daripada makan makanan sehat yang mahal (padahal karena malas nyari yang sehat dan murah), maka sampai kapanpun anda tidak akan bisa mendekat dengan versi diri ideal yang ingin anda tuju.


"Identitaslah" Yang Menentukan Perubahan (Hasil)

Saya tahu, membandingkan diri dengan Cristiano Ronaldo bukanlah vis a vis, tapi ini hanya sebagai contoh bahwa upaya sering kali tidak optimal karena kita menyabotase keyakinan diri kita sendiri.


Kita tinggalkan persoalan Cristiano Ronaldo karena kita di sini ingin fokus pada pembahasan mengenai penanaman identitas diri yang kita inginkan.




Kembali ke kasus ingin menurunkan berat badan.


Sekarang anda dan saya setidaknya sudah mendapatkan sedikit kesepahaman bahwa kita sering sekali hanya terfokus pada hasil dan upaya yang terlihat tapi mengabaikan faktor keyakinan pada sosok baru yang ingin kita bentuk. Sehingga saya dapat menyampaikan pada anda, bahwa untuk membentuk suatu kebiasaan baru yang akan mengubah diri anda yang terpenting ialah :


definisikan terlebih dahulu dengan tepat siapa diri anda

Seperti misalnya : Saya adalah seorang yang memiliki berat 66 kg karena tinggi saya 175 cm. Definisi ini saya katakan kurang tepat, karena anda akan fokus hanya pada hasil jangka pendek sesuai dengan angka yang telah anda tetapkan.


Namun anda dapat mendefinikan ulang identitas diri yang ingin anda bentuk misalnya seperti ini : “Saya adalah seorang yang hidup sehat melalui makanan sehat dan gaya hidup seimbang”.


Selanjutnya anda mulai tanamkan dalam – dalam di diri anda agar terus berpikir seperti apakah seorang yang hidup sehat melalui makanan sehat dan gaya hidup seimbang ?


Setiap kali anda ingin makan junk food anda bertanya : Benarkah ini hidup sehat yang saya inginkan ?


Setiap kali anda ingin skip olahraga anda bertanya : Benarkah ini hidup sehat yang ingin saya wujudkan ?


Setiap kali diajak ngopi malam hari dan nongkrong anda bertanya : Benarkah ini mendukung hidup sehat yang ingin saya wujudkan ?


Dengan indentitas diri yang jelas anda harusnya akan menjawab dengan tepat semua pertanyaan tersebut. Namun ingat jangan ajukan pertanyaan tersebut ke teman – teman anda (kecuali teman anda ahli gizi, atlet yang baik, ataupun dokter karena kalau sama teman - teman tongkrongan, anda akan rentan ditertawakan dan diremehkan).


Tanyakan pada diri anda sendiri.


Identitas Diri Sebagai Kunci Awal Perubahan


Ya saya tahu, bahwa tidak akan mudah untuk menginstall hal tersebut langsung secara sempurna pada diri anda. Membutuhkan waktu kurang lebih 66 hari tanpa terinterupsi. Tapi begitu anda tau “identitas diri” anda yang baru, dan bukan digerakkan hanya melalui hasil yang ingin anda capai, maka sebenarnya tinggal waktu yang akan menentukan.


Apakah anda pikir, batu cadas yang dipukul para penambang batu hingga terbelah itu hanyalah hasil dari satu pukulan ?


TIDAK !


Ratusan kali !


(Silahkan tonton bagaimana penambang batu mengayunkan palu sampai batu terbelah)



Apakah anda bisa mendapatkan tubuh yang ideal hanya dengan diet sebulan ? Bisa ! Tapi tentu saja tidak akan sehat, dan tidak akan bertahan lama.


Begitu juga dengan anda para perokok yang mungkin di tahun ini ingin berhenti merokok. Kalau anda ditawarkan rokok oleh rekan tongkrongan anda dan kemudian jawaban anda ialah : “sorry bro ane berusaha berhenti merokok” saya yakin anda akan gagal lebih cepat dibandingkan mereka yang menjawab : “ane udah ga ngerokok”. Sederhana tapi ini berdampak besar.


Jadi siapapun anda, apapun goal yang ingin anda capai, itu semua tidak akan terwujud tanpa kebiasaan baik yang ingin anda bangun.


Membangun kebiasaan baik itu berat, tapi akan meringankan hidup ke depannya. Sementara membangun kebiasaan buruk itu gampang, tapi akan mempersulit hidup ke depannya.


Ya, seperti mie instant yang gampang dimasak. Konsumsilah secara teratur dan apa efeknya ? Anda bisa riset sendiri.


Jadi apa kebiasaan yang ingin anda bangun hari ini ? Jangan lupakan faktor pertama yang harus anda tanamkan mengenai siapa diri anda.


Terinspirasi dari Atomic Habit tulisan James Clear

Terinpirasi dari Power Of Habit tulisan Charles Duhigg

Terinspirasi dari Apa Yang Tidak Anda Lihat di Sosial Media Ryan Hasri

120 views0 comments