Inilah Kenapa Demotivasi Bisa Menjadi Cara Tepat Untukmu Memandang Hidup Ini

Jika berbicara mengenai motivasi, kita sepertinya selalu berada di dalam dua kubu yang berseberangan. Mereka yang membutuhkan dan mereka yang anti. Bagi mereka yang anti pada motivasi, hampir dapat dipastikan faktor penyebabnya ialah pandangan bahwa tidak mungkin kata – kata dapat merubah sesuatu. Mungkin mereka lupa bahwa motivasi tidak selalu berbentuk kata – kata.


Namun karena mungkin eneg dengan tingkah para motivator yang begitu sering dikaitkan sebagai penjaja ludah, akhirnya kaum penolak motivasi sering meledek atau mengabaikan fakta bahwa semua manusia membutuhkan motivasi untuk bertindak. Sadar ataupun tidak sadar.


Kalimat motivasi kerap mengajarkan kita optimis terkadang agak sedikit utopis terhadap realita yang ada. Saya pernah mendengar mengenai teman saya yang menggebu – gebu memulai bisnis dengan modal action saja tanpa paham aturan main bisnis namun hanya begitu terkena efek motivasi dari seorang pengusaha seminar wirausaha. Efek positifnya tentu saja ada, yaitu dia memulai usahanya. Namun efek negatifnya, ia bangkrut.


Motivasi memang mampu menggerakkan orang. Namun sering sekali hidup tidak selalu sesuai dengan rencana. Ketika seseorang bergerak dengan motivasi, tapi kemudian ditampar dengan keras oleh kenyataan berbeda, maka dampaknya bisa saja seorang akan merasa begitu tidak berdaya.




Demotivasi Mampu Mereduksi Ekspektasi


Konsep demotivasi berkaitan dengan kemampuan untuk realistis melihat kenyataan yang ada pada diri sendiri berdasarkan pengalaman masa lalu dan kondisi saat ini. Jadi setiap kali akan berencana kamu tidak akan terjebak pada keinginan yang terlalu jauh diluar harapan kamu.


Gantungkan cita – citamu setinggi langit tidak relevan disini, jika untuk mencapai langit saja kamu tidak punya roketnya. Bagaimana pula kamu bisa terjatuh diantara bintang – bintang jika menuju bulan saja kamu tidak mampu.


Demotivasi tujuannya bukan untuk membuat kamu malas – malasan dan tidak bersemangat. Namun demotivasi ini bertujuan agar kamu melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan kekuatan yang kamu miliki saat ini tanpa menjadi pesimistis.


Demotivasi Mencegah Depresi


Di era modern kerap kali image mengenai seorang yang penuh motivasi di dalam hidup dikaitkan dengan sosok yang layak jadi panutan. Mereka yang pesimis kerap disalahartikan sebagai sosok yang akan tertinggal di dalam persaingan modern yang sangat mengedepankan mereka yang penuh ambisi dan selalu optimis.


Namun kenyataannya, justru depresi lebih banyak terjadi pada mereka yang sangat optimis di dalam hidup. Kebanyakan kita mencoba begitu keras dengan motivasi bahwa semakin keras kita mencoba maka semakin dekat dengan harapan itu terwujud di masa depan.


Namun kenyataannya, justru depresi lebih banyak terjadi pada mereka yang sangat optimis di dalam hidup. Kebanyakan kita mencoba begitu keras dengan motivasi bahwa semakin keras kita mencoba maka semakin dekat dengan harapan itu terwujud di masa depan.


Kelola rasa optimis berlebihan, dan milikilah ruang untuk melihat sejumlah peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu sehingga kamu tidak lupa pada kemampuan yang kamu miliki saat ini.


Demotivasi Ibarat Obat Yang Sangat Pahit, Tapi Mujarab


Demotivasi, mengajak kita untuk memahami kembali hidup secara kritis dan realistis. Skeptis itu boleh, sinis itu perlu, tanpa harus takut dicap sebagai pesakitan.

Sebenarnya demotivasi sudah kerap dipraktekkan oleh masyarakat modern melalui meme yang menertawakan kenyataan hidup yang terjadi. Begitu juga dengan netizen di twitter yang juga kerap receh dengan hal – hal yang bernuansa tragis dan sinis.


Di tengah masyarakat yang kerap menjunjung sikap “kamu bisa mendapatkan yang kamu mau selama terus berpikir ke arah itu” memang antithesis bernama demotivasi ini akan dianggap obat aneh, terlalu pahit sehingga tidak semua orang ingin mencobanya.


Karena itulah setiap ada kegagalan yang terjadi, lingkungan kamu mungkin akan dengan mudah menilai bahwa kegagalan itu terjadi karena kamu memiliki pemikiran negatif, perilaku pesimis, dan kurang gigih. Padahal tidak selalu kegagalan itu hanya karena pola pikir negatif atau menyerah di tengah perjuangan. Melainkan juga ada masalah sistemik yang terjadi diluar kuasa kita.


Demotivasi Bukan Berarti Tidak Berusaha


Demotivasi bukan artinya hidup malas-malasan, melainkan hidup dengan berpegang pada tanggung jawab dan panggilan dari dalam, berupa suara hati atau gairah, tanpa perlu menalikan diri pada suara-suara motivasional yang bisa jadi tidak ada kaitannya dengan keinginan kita yang terdalam.


Motivasi seringkali mengajarkan kita untuk menjadi homogen, dalam arti menuju kekayaan dan kesuksesan - yang bisa jadi, sangat utopis -, sementara demotivasi membawa kita untuk merayakan heterogenitas, bahwa dalam hidup ada juga "orang biasa dengan pekerjaan biasa" yang bisa jadi lebih bergairah daripada mereka yang mengejar kekayaan dan kesuksesan, tapi bingung dengan apa yang menjadi dasarnya dalam mngejar hal tersebut.


Demotivasi juga mengingatkan kita lebih sering terkait kematian, yang menghantui kita setiap saat, sebagai batas dari segala tindakan yang paling terpuji sekalipun. Motivasi berlebihan memang berbahaya, karena menepikan kematian sebagai kenyataan eksistensial yang tidak penting. Padahal, tidakkah umumnya agama-agama, sebenarnya menyuarakan demotivasi lebih sering, bahwa hidup di dunia ini tidak lebih dari persinggahan yang penuh senda gurau? Kenapa harus terlalu serius terhadap segala sesuatu?


Kesimpulan


Di tengah begitu terobsesinya masyarakat dengan berbagai hal yang berbau motivasi, mungkin sudah saatnya kamu berlatih untuk menerima obat yang sangat pahit ini sebagai penyembuh dari ekpektasi berlebih yang kadang membuat kamu terhempas dalam perasaan tak berdaya ketika kegagalan datang di luar rencana.

Namun demotivasi juga tidak serta merta tanpa sisi bahaya. Karena ia tidak dapat begitu saja diterapkan pada anak – anak hingga remaja yang memerlukan harapan dan cita – cita.


Demotivasi juga tidak dapat diterapkan pada mereka yang mengalami sakit dan berharap kesembuhan. Obat pahit bernama demotivasi tidak dapat dianjurkan pada semua orang, namun marilah kita mulai terbiasa dengan dengan rasa pahitnya, sebagai penawar ilusi memabukkan yang kerap hadir dari kalimat – kalimat motivasional