Biarkanlah "Toxic People" Hidup Tenang di Habitatnya

Updated: Mar 15, 2020

Ada sebuah kalimat dari orang bijak yang mengatakan bahwa kamu adalah kombinasi dari teman – temanmu.

Jika hari ini kamu bukanlah orang yang mudah bersyukur, maka ada dua kemungkinan yang menyebabkannya. Kamu tidak mengerti betapa powerful nya efek bersyukur bagi ketenangan batin dan kelapangan jiwa. Atau yang kedua, kamu paham. Tapi kamu tertular oleh orang – orang yang kerap tidak mensyukuri hidup mereka.


Mudah menjadi sosok yang tidak bahagia ketika kita berada di lingkungan yang selalu melihat sisi terburuk dari hidup. Yang selalu mencari siapa yang bisa dipersalahkan atau dilempari kekesalan ketika terjadi sesuatu yang diluar rencana.

Ketika hidup di lingkungan teman ataupun orang – orang yang toxic, sebenarnya begitu mudah melupakan berbagai kualitas kebaikan yang pernah kita miliki.


Toxic People Adalah Orang Baik Kok, Tapi....

Teman Toxic Bukanlah Teman Joker

Teman yang toxic tidaklah mesti seorang yang jahat.


Tidak harus demikian.


Karena mereka sering sekali tidak melakukan tindak kriminal atau merugikan diri kita secara materi.

Mereka ialah orang – orang baik yang hanya cocok untuk jenis mereka.

Untuk menyadari hal ini, kamu harus jujur pada dirimu untuk menilainya.



Seberapa sering mentalmu kacau kalau berinteraksi dengan teman – temanmu, menentukan siapa sosok yang toxic ataupun tidak. Mungkin kamu akan menemukan kondisi bahwa temanmu yang kamu klasifikasikan sebagai sosok toxic ternyata bisa dekat dengan temanmu yang lain, dan tidak ada isu antar mereka.


Ya ! faktanya sosok yang toxic tidak selalu berefek buruk bagi semua orang.

Namun jika kamu sudah mendapati mentalmu terkuras dan malah semakin sulit untuk melihat sisi baik dari dirimu, maka sudah sebaiknya kamu mengatur jarak.


Teman toxic memang terlihat sebagai sosok yang cerdas. Karena mereka kritis dan selalu bisa menemukan celah negatif dari suatu hal. Tidak jarang pula mereka adalah sosok yang sangat artikulatif dalam menyampaikan pandangan negatif mereka.


Namun sebenarnya mereka ialah orang gagal dalam mengendalikan persepsi atas hidup mereka sendiri, jadi jangan sampai kamu membiarkan kegagalan mereka tersebut juga menulari kamu.



Beberapa Ciri Mereka Yang Toxic



Ketika mereka yang ada di sekitarmu tidak membuat kamu menjadi lebih baik, maka orang tersebut berarti bukanlah orang yang tepat untuk kamu jaga.

Penting bagi kita untuk mengkurasi siapa yang kita izinkan untuk hadir di hidup kita.


Untuk mengetahui secara tepat siapa yang harus kita keep dan siapa yang harus kita berikan jarak, berikut saya hadirkan panduan ciri – ciri sosok toxic yang kerap hadir di hidup kita, dan sudah saya coba nilai seobjektif mungkin. Sehingga saya rasa ini dapat membantu kamu jika kamu bingung untuk memilih mana teman yang toxic dan mana yang bukan.


1. Mereka Bukanlah Orang Yang Bisa Kamu Percaya


Seberapa sering temanmu tidak menghargai waktu yang kamu miliki merupakan salah satu pertanda bahwa mereka berkarakter toxic. Ketika kamu sering diabaikan dalam urusan waktu, atau justru membuat dirimu lebih sering menyediakan waktu bagi mereka maka sebenarnya ini merupakan pertanda bahwa mereka merupakan sosok manipulatif.


Coba ingat lagi, berapa kali kamu janjian dengan seseorang yang kamu anggap teman, atau rekan kerja, kemudian mereka selalu membuatmu menjadi sosok yang menghabiskan waktu berjam – jam untuk menghangatkan pantatmu demi menunggu mereka ?


Jika kamu pernah menyampaikan hal tersebut dan kemudian mereka tetap berbuat demikian, maka lebih baik tidak usah lagi terlalu meluangkan waktu bagi mereka.

Ingat, hal paling berharga yang dapat diberikan kepada seseorang sebenarnya adalah waktu, karena kamu tidak bisa mengembalikan kembali tiap detik yang sudah terlewat.


2. Kamu Tidak Menikmati Waktu Bersama Mereka


Jika kamu merasakan lebih zen, dan sangat bergembira ketika mereka membatalkan rencana, maka itu pertanda bahwa kamu sebenarnya selama ini berada dalam lingkungan toxic.


Kenapa kamu tidak menikmati waktu bersama mereka ?


Karena mereka suka judging ! Tidak hanya mengenai dirimu, tapi juga pada semua hal. Mereka suka menilai sesuatu yang tidak seratus persen mereka pahami kebenarannya, dan kamu paham betul mengenai hal tersebut.


Jika mereka suka memberikan penghakiman pada dirimu, terlebih hanya mengarahkan pembicaraan pada aspek negatif yang kamu punya, maka sudah pasti kamu tidak akan merasakan kenyamanan di sisi mereka. Ini saatnya kamu memasukkan mereka ke dalam DOT (Daftar Orang Toxic).


3. Mereka Menjadikanmu Kompetitormu Utama

Semoga mereka tidak berteman ya gaes !

Orang – orang toxic yang terlanjur menjadi temanmu tidak akan terang – terangan mengakui hal ini di depanmu. Ya iyalah, ketahuan banget kali.


Tapi cara mereka ialah dengan terus mengikuti hidupmu diam – diam, kepo, sok ramah nanya – nanya tapi kemudian di belakangmu keinginan mereka ialah untuk menginjakmu dengan berbagai cara. Karena bagi mereka, kamu merupakan teman yang harus dikalahkan.


Milestone mereka yang toxic ialah ketika kamu berhasil dikalahkan. Tapi dilain kesempatan mereka akan mengatakan tepat di depan mukamu, bahwa mereka tidak menjadikanmu saingan. Tapi bertolak belakang dengan keinginan di hati mereka, dan ini dapat terlihat jelas seiring waktu. Kalau kamu ingin melihatnya, cobalah terus menjaga hubungan dengan mereka yang toxic.


4. Secara Tidak Langsung Meng-copy Dirimu


Setelah mereka menjadikan kamu sebagai kompetitor ataupun benchmark dalam hidupnya, selanjutnya mereka mulai berusaha menjadi dirimu tapi tidak langsung seratus persen sama.


Mereka akan meng-copy mulai dari gaya berbusanamu, kendaraan yang kamu miliki, bahkan kalau perlu preferensi pasangan. Inilah kenapa tidak jarang pertemanan toxic akan mengarah pada saling sikut karena kamu pada awalnya tidak menyadari hal ini dan kemudian sedikit syok wah anjir, kok jadi mirip gueee…tapi kalau sudah terlambat ya lebih baik kamu coba tunjukkan dirimu yang baru saja, karena mereka juga pasti akan mengikuti.


Selamat kini kamu punya secret admirer. Namun secret admirer yang seperti ini kamu buang ke laut aje!


5. Semuanya Adalah Tentang Mereka


Mereka tidak pernah mau tau tentangmu. Mereka hanya akan bercerita tentang berbagai hal mengenai diri mereka sendiri. Bagaimana rezeki mereka melimpah ruah karena sering melakukan berbagai kebajikan. Bagaimana mereka dirugikan oleh orang yang lain. Betapa mereka saat ini penuh cinta karena baru menikah 2 tahun dan saat ini lagi hamil anak ke 6.


Orang – orang toxic selalu berusaha membuat mereka disukai dan secara tidak langsung membuatmu terlukai karena mereka tidak berpikir dari sisimu.


6. Mereka Menjadikanmu Alasan Untuk Memanipulasi Dirimu

Ini merupakan hal yang paling samar yang bisa kamu rasakan. Sosok toxic akan kerap menjadikanmu sebagai salah satu alasan ketika mereka akan melakukan sesuatu yang menguntungkan mereka, dan melemparkan kegagalan pada dirimu.


Jika mereka kerap menjadikanmu alasan terhadap kegagalan yang terjadi dari rencana hidup mereka, dan bahkan sampai menyeret orang lain yang kamu cintai dalam pusaran tuduhan mereka, maka sudah tidak dapat diragukan mereka memang memiliki niat untuk memanipulasi dirimu dan mereka memang 200 % toxic.


Mulailah Lebih Mengerti Dirimu


Perpetua Neo, psikolog yang kerap wara – wiri di dunia self help mengatakan bahwa tubuh manusia pintar dalam merasakan jika ada sesuatu yang salah dalam diri kita setelah menjalani relasi toxic.


Jika kamu kerap merasakan energimu seperti habis terhisap dan sepertinya ada sesuatu yang salah, maka tubuhmu sudah mengirim sinyal bahwa mental dan pikiranmu mulai terpapar racun oleh mereka yang toxic.


Kalau sudah begini, maka lebih baik kamu mencari rekan – rekanmu yang memiliki good vibes sajalah daripada makin lama makin nyiksa.


Menemukan yang sevibrasi tidak mudah, namun bukan berarti tidak dapat dilakukan. Ketika kamu semakin sadar orang – orang seperti apa yang ingin kamu tarik ke dalam hidupmu, maka perlahan sosok tersebut juga akan semakin terlihat.



307 views1 comment