Berhentilah Membohongi Diri Sendiri dengan Lima Kebohongan Ini

Updated: Mar 24


Sulit dipungkiri, bahwa hampir setiap hari kita menyampaikan kebohongan pada diri kita sendiri.


Kenapa kita melakukannya? Kita melakukannya untuk melindungi diri dari fakta-fakta yang menurut kita menyakitkan.


Berikut adalah lima kebohongan yang kerap kita sampaikan pada diri sendiri.


AKU AKAN LEBIH BAHAGIA SETELAH MENDAPATKAN HAL “ITU”

Ada banyak variasi kebohongan mengenai hal ini, tetapi gagasan utamanya adalah segala sesuatu yang baik akan terjadi setelah persitiwa, perubahan, atau tindakan tertentu.


Kebohongan ini bertujuan mengkondisikan diri kita dengan tidak membiarkan melihat kebenaran dari situasi yang kita alami saat ini, namun mengalihkan fokus pada masa depan yang masih jauh.


Seperti pemikiran bahwa saat ini kamu tidak bisa melakukan apa yang kamu inginkan karena harus bertahan pada satu kerjaan yang uangnya kamu butuhkan untuk menjalani hidup dengan layak. Jadi kemudian kamu berpikir bahwa, bahwa setelah mendapatkan uang yang cukup baru saya akan menikmati dan merasa bahagia.


Lebih baik mulailah mengubah pemikiran tersebut dengan bertanya, “Kenapa tidak lakukan saja berbarengan ?”


Merasa bahagia setelah mendapatkan sesuatu merupakan pemahaman yang secara tidak sadar menjadi cara kita berpikir karena metode rewards. Kita kerap kali menantikan hal besar di depan yang kita rasakan akan memberikan kebahagiaan lebih besar padahal nyatanya belum tentu demikian.


Sama seperti kisah seorang pekerja yang hari ini naik motor, kemudian berpikir akan lebih bahagia setelah membeli mobil, sehingga dia menjadikan motornya sebagai DP kredit mobil dan kemudian ia tersiksa dengan cicilannya, tapi tetap ketagihan memiliki properti yang juga dibeli dengan menjadikan mobilnya sebagai DP, tapi kemudian terjebak dalam lingkaran kerja – pulang - nunggu gajian untuk bayar tagihan sampai tua.


Endingnya, ia masih berpikir bahwa semua akan lebih baik setelah anak – anaknya menikah dan menimang cucu, tapi nyatanya ajal sudah lebih dulu menjemput dan ia meninggalkan dunia dengan kredit masih menggunung.


AKU AKAN BERUBAH MULAI BESOK

Ketika berbicara mengenai “BERUBAH” ini bukan hanya berkaitan dengan satu aspek mengenai diri kita yang kita anggap akan memberikan lebih banyak dampak positif ke depannya. Tentu saja keinginan untuk menjalani hidup sehat, berhenti merokok, tidur lebih awal, fokus dan mengurangi makan junk food juga termasuk dalam list yang ingin kita ubah dari diri kita.


Sudahlah berhenti untuk menunggu esok hari, lebih baik begitu nilai tersebut tercetus segera ambil langkah mulai. Ingin lebih sehat, mulailah jogging ringan. Ingin berhenti merokok mulailah untuk menahan diri dari membeli rokok.


Esok tidak akan ada bedanya dengan hari ini jika kita hanya berpikir dan berbicara mengenai rencana berubah itu. Ambil satu langkah kecil begitu hari ini ketika keinginan untuk berubah itu terbersit di dalam pikiran.


SEMUA AKAN BAIK – BAIK SAJA

All is well tampaknya menjadi mantra yang sering kita ucapkan setiap kali ada sesuatu di luar kendali yang terjadi pada diri kita dan kita merasa tidak berdaya.


Namun ternyata sering juga anggapan semua akan baik – baik saja itu ternyata tidak berjalan sesuai apa yang kita yakini. Justru semua hal yang kita harapkan akan baik - baik saja malah semakin berantakan. Seperti nilai ujian yang kita inginkan, konflik di dunia pekerjaan, ataupuk kecerobohan lain yang terjadi diluar kendali kita.


Hidup ini memang selalu membutuhkan kekacauan yang baru untuk menghilangkan kekacauan lama. Kita selalu mencari pemecahan masalah yang kemudian justru melahirkan masalah baru ke depannya. Sudah seperti inilah hidup berjalan.


Jadi saat ini, sekalipun yang kita pikirkan ; semuanya akan baik – baik saja justru semakin berantakan, sudahlah terima saja kenyataan ini dengan pemahaman bahwa suatu hari semuanya akan melahirkan kekacauan baru yang akan membuat kekacauan lama menjadi baik – baik saja.


DIA AKAN BERUBAH KARENA SAYA MENCINTAINYA

Seberapa sering kita terjebak dalam situasi toxic ketika kita mengharapkan seseorang menjadi seperti apa yang kita harapkan namun ternyata tidak demikian.


Menggunakan pemahaman bahwa dengan cinta maka seseorang akan berubah juga merupakan sebuah toxic yang akhirnya membuat kita kecanduan untuk menanamkan kesadaran palsu bahwa perubahan yang kita harapkan akan terjadi dengan hanya bermodalkan cinta.


Ini berlaku tidak hanya pada hubungan romantis, namun untuk semua harapan pada perubahan yang kita inginkan dari seseorang dengan berlandaskan cinta. Faktanya cinta saja tidak akan cukup membuat seseorang berubah. Coba kamu ingat betapa besar cinta yang ibu berikan pada dirimu tapi kamu juga masih sulit bangun pagi hari ini.


Tapi kamu bersedia bangun lebih pagi ketika ada urusan yang benar – benar kamu pentingkan. Seperti takut kehilangan pekerjaan ataupun kehilangan project yang mengharuskan kamu memulainya dari pagi hari.


Ini menjawab kenapa cinta saja tidak akan cukup untuk mengubah seseorang.

Jadi jika pun mencintai seseorang, jangan pernah merasa cukup bahwa cinta saja akan mengubah sosok seseorang.


AKU TIDAK LAYAK MENDAPATKAN HAL TERSEBUT

Ini adalah salah satu kebohongan paling beracun karena menghalangi kita melakukan hal-hal yang membuat kita benar-benar bahagia. Ketika Kamu berpikir Kamu tidak cukup pintar, tidak cukup cantik, dan secara umum tidak cukup baik, Kamu bahkan tidak akan mencoba melakukan apa yang diinginkan hatimu karena takut gagal.


Cewek / cowok imut itu sedang menunjukkan sinyal tertarik padamu? Tapi Kamu berpikir Kamu tidak cukup baik. Kesempatan kerja yang keren muncul dengan sendirinya? Tapi sekali lagi Kamu takut Kamu tidak cukup baik.


Seseorang mungkin pernah memberi tahu Kamu hal ini pada suatu saat, mungkin saat Kamu masih kecil dulu. Distorsi kognitif ini terletak jauh di dalam jiwa kita, tetapi semakin awal Kamu mengenalinya, semakin baik. Jangan bersembunyi di balik ungkapan ini dan menjadi berani adalah satu-satunya yang dapat mengubah hidup. Jadi kapanpun kesempatan itu hadir,





17 views0 comments