Bagaimana Caranya Mendengarkan Pikiran Dengan Akurat dan Kemudian Menuliskannya

Updated: Feb 28, 2020


Ketika memulai ryanhasri.net saya harus mengakui bahwa saya tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk menulis. Pengalaman menulis saya pada dasarnya hanyalah kombinasi dari mengetik tugas ketika kuliah dan penulisan naskah televisi ketika saya masih menjadi koresponden dan anchor berita.


Setelah memulai ryanhasri.net, saya semakin terbiasa untuk mendengarkan apa yang saya pikirkan, dan kemudian menuliskannya. Menurut saya, kemampuan mendengarkan apa yang kira pikirkan secara akurat ini adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan kemampuan menulis hari per hari.


Setelah mengevaluasi dari sejumlah tulisan yang sudah saya publikasi di ryanhasri.net, saya dapat merumuskan sejumlah langkah agar anda yang berkarakter komunikator verbal seperti saya juga dapat mendengarkan story yang anda pikirkan dan mengungkapkannya dalam bentuk tulisan.



Miliki Kejelasan Ide dan Tujuan Penulisan


Ide tidak langsung hadir dalam bentuk yang sempurna. Ide bisa datang sekelebat dan kemudian membuat anda begitu mengalir dalam menguraikannya karena ada kesamaan pengalaman yang anda alami atau pengetahuan mumpuni yang anda miliki. Namun dalam menulis artikel di internet, anda harus mempertimbangkan ide utama apa yang akan anda pertajam sehingga pembaca tidak butuh waktu lama untuk mencerna. Ingat, artikel anda bersaing dengan miliaran konten lainnya yang ada di dunia maya.


Pentingnya Struktur


Untuk menuliskan apa yang anda pikirkan sebenarnya tidak sesulit usaha membuat pembaca tulisan anda mengerti, tertarik, dan ingin mencoba apa yang anda sarankan di artikel (jika itu berbentuk advice). Karena itulah anda harus mampu membangun struktur cerita yang cukup baik dan komplit.


Periksa beberapa kali, apakah ada kalimat yang tidak nyambung. Atau justru ada kalimat yang sama sekali tidak penting untuk story yang ingin anda bangun.


Bacakan Dengan Keras


Bagi seorang yang lebih sering berkomunikasi secara verbal, menulis dapat dikatakan sebagai salah satu hal yang menakutkan. Sebagai seorang koresponden dan anchor saya mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam menyampaikan informasi secara verbal.


Saya menyadari itu semua berasal dari kebiasaan ketika saya mencoba menarasikan naskah yang saya tulis ke dalam bentuk story telling, dan kemudian berlatih menyampaikannya dengan suara yang dapat saya dengarkan. Akhirnya laporan saya pun dapat lebih mengalir, dan naskah yang saya tulispun menyesuaikan dengan cara saya berbicara, dan naskah yang saya tulispun menjadi lebih baik. Akhirnya saya menemukan sebuah hubungan erat antara menulis dan membacakannya kembali dengan keras.


Diskusikan Dengan Seorang Teman


Tidak perlu menanyakan "Hei, gimana artikel aku bagus ga?"

Tapi cobalah untuk bertanya dengan pertanyaan : "Apa ide yang kamu dapatkan dari artikel ini?"


Pertanyaan seperti ini yang akan menumbuhkan kemampuan anda untuk semakin memahami cara menulis seperti apa yang harus anda terapkan untuk membuat ide anda dapat ditangkap oleh pembaca.


Namun, anda harus terlebih dahulu menemukan siapa teman yang paling tepat untuk dimintai opini. Karena dibutuhkan seorang yang netral untuk bisa objektif menilai hasil tulisan anda.


Tiada Yang Lebih Baik Selain Berlatih


Langkah di atas hanyalah tools yang akan benar - benar berfungsi setelah anda mengambil action dan terus mempraktekkannya secara konsisten. Tidak ada langkah yang lebih penting selain terus ingin meningkatkan kualitas menulis anda secara pribadi hari demi hari sampai kemudian anda semakin ahli dalam menceritakan "pikiran" anda ke dalam bentuk tulisan.



29 views0 comments