Alasan Kenapa Saya Mulai Menghindari Buku Best Seller

Membaca adalah jendela dunia. Kita semua pasti sudah kerap mendengar ungkapan tersebut. Sebagian besar dari kita juga sudah melakukannya, bahkan mungkin lebih jauh lagi mereka sudah menjadikan membaca sebagai agenda penting yang harus dipenuhi. Bukan sekedar membaca artikel online, namun juga rutin membaca buku.


Well, saya juga pernah menjadikan membaca buku sebagai hal yang harus rutin dilakukan. Dalam setahun saya mampu membaca sekitar 52 judul buku, yang hampir keseluruhannya merupakan buku best seller.


Saya juga pernah membahas mengenai buku yang saya baca di sepanjang 2019 pada salah satu video di youtube saya. Untuk kamu yang ingin mencari referensi buku, kamu silahkan play video tersebut. Namun kali ini saya akan membahas kenapa sejak 2020 saya berhenti membaca buku best seller.



Saya Mulai Kerap Bertanya Apa Alasan Saya Membaca Buku Tersebut


Alasan awal saya ingin membaca buku ialah sesimpel karena kalimat motivasi The More You Learn The More You Earn begitu menggema di kepala saya. Salah satu yang saya rasa dapat menjadi sarana belajar (learn) ialah membaca buku.


Ketika memiliki keinginan membaca buku, saya mulai bertanya - tanya buku apa yang seharusnya saya baca. Kemudian saya melakukan penelusuran internet, mengecek ke toko buku, dan melihat sosial media. Yang terjadi selanjutnya tentu saja, saya mengikuti apa yang orang lain lakukan, yaitu membeli buku yang kerap diperbincangkan tersebut. Sebuah contoh simpel bahwa ketika bingung dan penuh ketidakpastian, kita kerap mengikuti saja apa yang orang lain lakukan.


Menyenangkan memang rasanya ketika bisa membaca yang orang lain juga baca, sehingga memiliki satu kesamaan topik bahasan sehari - hari yang bisa kita perbincangkan. Kemudian kamu akan berpikir dengan membaca buku best seller membuatmu terlihat keren dan memiliki pengetahun baru yang semua orang lainnya juga tahu.


Secara simpelnya, kalau kamu membaca buku best seller itu artinya orang lain juga membaca buku tersebut. Ini artinya orang lain pun akan memiliki cara berpikir seperti kamu. Ketika kamu juga berpikir sama seperti orang lain, maka itu menutup kemungkinan kreativitasmu untuk melihat suatu hal berbeda dari orang lain, yang kemudian akan menghambat kreativitas dan inovasimu.


If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking. That's the world of hicks and slobs."


Saya Mulai Merasa Pengetahuan di Buku Best Seller Mudah Expired


Sepertinya kamu yang pernah membaca buku The Secret ketika masih sekolah di SMA agak paham dengan hal ini. Karena ketika kamu menginjak dunia perkuliahan ternyata kamu mulai merasa bahwa sepertinya buku itu agak halu, dan isinya menjadi tidak lagi relevan dengan persoalan yang kamu hadapi.


Untuk apa kita mengisi otak dengan pengetahuan yang cepat kadaluarsa. Lebih baik mulai mencari buku yang berasal dari disiplin ilmu berbeda namun berisi pengetahuan dasar yang bisa berguna saat ini dan juga di masa depan.


Standar buku best seller memang selama ini masih buram. Jika hanya menggunakan indikator angka penjualan, maka bisa saja buku itu dibeli sebanyak - banyaknya oleh penulis atau keluarganya sendiri. Karena gelar best seller tetap akan disematkan juga.


Semat gelar best seller inilah terkadang yang secara tidak langsung diartikan sebagai buku dengan isi yang bagus, padahal tidak semua begitu. Saya sudah membaca banyak buku best seller namun kemudian juga tidak melanjutkannya lagi karena saya rasa isinya tidak relevan dengan minat dan apa yang saya butuhkan.


Jadi mulai dari sekarang jangan lagi menjadikan best seller sebagai panduan membaca buku, namun telusuri buku yang paling memenuhi untuk minat kamu dan bisa mengisi dirimu dengan pengetahuan yang kamu butuhkan.

45 views0 comments